MANUSIA DAN HARAPAN
ILMU BUDAYA DASAR
Manusia dan Harapan
Pengertian harapan
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan, misalnya Hadi mengharapkan nilai A dalam ujian yang akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pernah hadir kuliah. la menghadapi ujian dengan santai. Bagaimana Hadi memperoleh nilai A. luluspun mungkin tidak.
Harapan berasal dari kata harap yang berani keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan
Persamaan harapan dan cita-cita
Pada dasarnya manusia pasti memiliki harapan. Jika manusia hidup tanpa harapan bagaikan mati dalam kehidupannya dan dalam kehidupannya pun tidak memiliki tujuan. Harapan berasal dari kata harap yang berarti suatu keinginan supaya terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Suatu harapan yang dimiliki seseorang bisa saja berhasil atau gagal hal ini tergantung pada usaha yang kita lakukan untuk menggapai harapannya. Segala harapan yang dimiliki harus dengan kepercayaan kepada diri sendiri dan Allah SWT karena dengan kepercayaan yang kita miliki akan menambah semangat untuk menggapai harapan kita dan juga dengan berdoa kepada Allah SWT dan berserah diri.
Cita-cita merupakan suatu impian yang sudah dimiliki sejak kecil maupun sekarang dan dibatasi oleh batas waktu. Sejak kecil kita memiliki cita-cita terkadang cita-cita saat kita kecil dan ketika dewasa akan berubah, tetapi walaupun cita-cita sejak kecil dan ketika dewasa berubah kita pasti memiliki impian ingin mewujudkan cita-cita yang kita miliki saat ini. Biasanya kita mengejar cita-cita kita dengan cara pantang menyerah dan menghadapi segala rintangan, tetapi juga kita menggapainya dengan telalu ambisius hal ini memiliki dampak buruk terhadap diri kita.
Oleh sebab, dari ulasan diatas harapan dan cita-cita memiliki persamaan yaitu sesuatu yang menyangkut dengan masa depan yang ingin dicapai atau diraih. Harapan dan cita-cita sesuatu hal yang belum terwujud dan demi menggapainya kita melakukan usaha yang keras dan pantang menyerah sampai suatu saat nanti harapan dan cita-cita kita akan tercapai atau terwujud.
Penyebab manusia mempunyai harapan
Menumt kodratnya manusia itu adalah mahluk
sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup,
yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat Iainnya. Tidak ada
satupun manusia yang luput dari pergaulan hidup. Ditengah - tengah manusia Iain
itulah, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik/jasmani maupun mental/
spiritualnya. Ada dua hal yang mcndorong orang hidup bergaul dengan manusia
Iain, yakni dorongan kodrat dan domngan kebutuhan hidup.
· Dorongan kodrat
Kodrat ialdl sifat, keadaan, atau pembawaan
alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan
oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, bcrkata,
menlpunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk
itu scmua.
Dorongan kodrat menyebabkan mmusia mcmpunyai
keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan sebagainya.
Seperti halnya orang yang menonton Pertunjukan lawak, mereka ingin tertawa,
pelawak juga mengharapkan agar penonton tenawa terbahak-bahak. Apabila penonton
tidak tertawa, harapan kedua belah pihak gagal, jusüu sedihlah mereka.
Dalam diri manusia masing-masing sudah
terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup
bemasyarakat atau hidup bemama dengan manusia Iain.
Dengan kodrat ini, maka manusia mempunyai
harapan
· Dorongan kebutuhan hidup
Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai
bennacam-macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besamya dapat
dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani
Kebutuhan jasmaniah misalnya ; makan, minum,
pakaian, rumah. (sandang, pangan, dan papan), ketenangan, hiburan, dan
kebemasilan.
Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia
bekerja sama dengan manusia Iain. Hal ini disebabkan, kemampuan manusia sangat
baik kemampuan fisik/jasnmniah maupun kemampuan berpikimya.
Dengan adanya domngan kodrat dan dorongan
kebutuhan hidup itu maka manusia memmmyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu
adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Menumt Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya
harapan manusia atau kebutuhan manusia itu :
· Kelangsungan hidup (survival)
· Keamanan (safety)
· Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be
loving and love)
· Diakui kingkungan (status)
· Perwujudan cita-cita (self actualization)
Ø Kelangsungan hidup (survival)
Untuk melangsungkan hidupnya rnanusia
membutuhkan sandang, pangan dan papan (tempat tinggal). Kebutuhan kelangsungan
hidup ini terlihat sejak bayi lahir.
Setiap bayi begitu lahir di bumi menangis: ia
telah mengharapkan diberi makan/ minum. Kebutuhan akan makan/minum ini terus
belkembang sesuai dengan perkembangan hidup manusia.
Sandang, semula hanya berupa
perlindungan/kemanan, untuk melindungi dirinya dari cuaca. Tetapi dalam
perkembangan hidupnya, sandang tidak hanya sebagai perlindungan kemanan, tetapi
Iebih cenderung kepada kebutuhan Iain.
Papan yang dimaksud adalah tempat tinggal atau
rumah. Rumah kebutuhan primer manusia, karena rumah itu sebagai tempat
berlindung, dari pants, gelap, dan sebagainya.
Untuk mencukupi kebutuhan pangan, sandang, dan
papan itu, maka manusia sejak kecil telah mulai belajar. pengetahuan yang
tinggi harapan memperoleh pangan, sandang, dan papan yang layak akan terpenuhi.
Atau tiap manusia perlu kerja keras dengan harapan apa yang diinginkan :
pangan, sandang dan papan yang layak terpenuhi.
Ø Keamanan
Setiap orang membutuhkan keamanan. Sejak
seorang anak Iahir ia telah membutuhkan keamanan. Begitu Iahir, dengan suara
tangis, itu pertanda minta perlindungan. Setelah agak besar, setiap anak
menangis dia akan diam setelah dipeluk oleh ibunya. Setelah bertambah besar ia
ingin dilindungi. Rasa aman tidak harus diwujudkan dengan perlindungan yang
nampak, secara moral pun orang Iain dapat memberi rasa aman. Dalam hal ini
agama sering merupakan cara memperoleh kemanan moril bagi pemiliknya.
Walaupun secara fisik keadaannya dalarn bahaya,
keyakinan bahwa Tuhan memberikan perlindungan berarti sudah memberikan
kearnanan yang diharapkan.
Ø Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban
Dengan pertumbuhan manusia maka tumbuh pula kesadaran akan hak dan kewajiban.
Karna itu tidak jarang anak-anak remaja mengatakan kepada ayah atau ibu.
"Ibu ini kok menganggap Nisa masih kecil saja, semua diatur!" Itu
suatu pertanda bahwa anak itu telah tambah kesadaran akan hak dan kewajibannya.
Bila seorang telah menginjak dewasa,
maka ia merasa sudah dewasa, sehingga sudah saatnya mempunyai harapan untuk
dicintai dan mencintai. Pada saat seperti ini remaja banyak mengkhayal. la
telah akan keberadaannya. Pada usia itu, biasanya terjadi konflik batin pada
dirinya dengan pihak orang tua. Sebab umumnya remaja mulai menentang
sifat-sifat orang tua yang dianggap tidak sesuai dengan alamnya.
Ø Status
Setiap manusia membutuhkan status.
Siapa, untuk apa, mengapa manusia hidup. Dalam lagu 'untuk apa" ada lirik
yang berbunyi "aku ini anak siapa, mengapa aku ini dilahirkan". Dari
bagian lirik itu kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa setiap manusia yang
Iahir di bumi ini tentu akan bertanya tentang statusnya. Status keberadaannya.
Status dalam keluarga, status dalam masyarakat, dan status dalam negara. Status
itu penting, karena dengan status orang tahu siapa dia. Harga diri orang antara
Iain melekat pada status orang itu. Misalnya ada anak haram, biarpun anak haram
itu tingkah lakunya baik dan tidak berdosa sebab yang berdosa orang tuanya, namun
masyarakat tetap memberikan cap yang negatif. Bahkan ada orang yang berpendapat
jangan memberi makan/penolongan kepada anak jadah (haram). Alangkah kejamnya
manusia itu dengan adanya harapan untuk memperoleh status ini berarti orang hak
milik nama baik, ingin berprestasi, ingin mengingkatkan harga diri, dan
sebagainya
Ø Perwujudan cita-cita
Selanjutnya manusia berharap diakui
keberadaannya sesuai dengan keahliannya atau kepangakatannya atau profesinya.
Pada saar itu manusia mengembangkan bakat atau kepandaiannya agar ia diterima
atau diakui kehebatannya.
Pengertian doa
Menurut bahasa doa berasal dari Bahasa Arab الدعاء
yang merupakan bentuk masdar dari mufrad داعى yang memiliki bermacam-macam
arti. Dalam kamus Bahasa Arab di bawah judul huruf د, ع, و disebutkan sebagai
berikut:
- داعى, يدعو, دعوة artinya menyeru, memanggil.
- داعي,
يدعو, دعاء artinya memanggil, mendoa, memohon, meminta.
- Dalam bentuk jama’nya ادعية artinya doa,
permohonan, permintaan.
- دعاء له
artinya mendoakan kebaikan kepadanya.
- دعاء
عليه artinya mendoakan keburukan atau kejahatan kepadanya.
- داع
artinya orang yang memanggil, orang yang menyeru, orang yang memohon.
Dan الدعاء adalah bentuk masdarnya, yang pada umumnya diartikan sebagai suatu keinginan yang besar kepada Allah SWT dan pujian kepada-Nya.
Macam-macam doa
- Doa sebelum makan
- Doa sesudah makan
- Doa sebelum tidur
- Doa bangun tidur
- Doa sholat
- Doa sebelum mandi
- Doa untuk orang tua
- Doa selamat
Pengertian kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya
mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan
dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
Ada jenis pengetahuan yang dimilik seseorang,
bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari
orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan
karena orang lain itu dapat dipercaya, Yang diselidiki bukan lagi masalahnya,
melainkan orang yang memberitahukan itu dapat dipecaya atau tidak. Pengetahuan
yang diterima dari orang lain atas kewibawaannya itu disebut kepercayaan. Makin
besar kewibawaan yang memberitahu mengenai pengetahuan itu makin besar
kepercayaan.
Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang
dianggap diwahyukan artinya diberitahukan oleh Tuhan - langsung atau tidak
langsung kepada manusia. Kewibawaan pemberi kebenaran itu ada yang melebihi
besarnya . Kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan yang paling besar. Hak
bemikir bebas, hak atas keyakinan sendiri menimbulkan juga hak ber agama
menurut keyakinan.
Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghomati kepercayaan orang yang beragama itu. Dasamya ialah keyakinan masing-masing.
Macam-macam kepercayaan
Macam-macam Kepercayaan Dasar kepercayaan
adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat
dibedakan atas :
• Kepercayaan pada diri sendiri Kepercayaan
pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya pada diri
sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa Percaya pada diri
sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu
mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
• Kepercayaan kepada orang lain Percaya kepada
orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau siapa
saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya ternadap kata
hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap kebenarannya.
Ada ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya karna ucapannya. Misalnya, orang
yang berjanji sesuatu hams dipenuhi, meskipun janji itu tidak terdengar orang
lain, apalagi membuat janji kepada orang lain.
• Kepercayaan kepada pemerintah Berdasarkan
pandangan teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof.Ir,
Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan
memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik kedaulatan
sejati, Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Semua mengemban kewibawaan, terutama
pengemban tertinggi, yaitu raja, langsung dikaruniai kewibawaan oleh Tuhan,
sebab langsung dipilih oleh Tuhan pula (kerajaan) Pandangan demokratis mengatakan
bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, (kewibawaan pun milik rakyat. Rakyat
adalah negara, rakyat itu menjelma pada negara. Satu-satunya realitas adalah
negara). Manusia sebagai seorang (individu) tak berarti. Orang. mempunyai arti
hanya dalam masyarakat, negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang
ada, kedaulatan mutlak pada negara, negara demikian itu disebut negara
totaliter. satu-satunya yang mempunyai hak ialah negara; manusia perorangan
tidak mempunyai hak, ia hanya mempunyai kewajiban (negara diktator) Jelaslah
bagi kita, baik teori atau pandangan teokratis ataupun demokratis negara atau
pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Karena itu wajarlah
kalau manusia sebagai warga negara percaya kepada negara/pemerintah.
• Kepercayaan kepada Tuhan Kepercayaan kepada
Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan
dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan
dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan
tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana
Tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat itu tidak mempunyai kepercayaan
kepada Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang mengalirkan daya
kekuatannya. Oleh karcna itu jika manusia berusaha agar mendapat pertolongan
dari padanya, manusia harus percaya kepada Tuhan, sebab Tuhanlah yang selalu
menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya zat yang maha tinggi
yang menciptakan alam semesta seisinya merupakan konsekuensinya tiap-tiap umat
beragama dalam melakukan pemujaan kepada zat tersebut.
Tiga teori kebenaran
Dr Yuyun suriasumantri dalam bukunya filsafat ilmu mengemukakan tiga teori tentang kebenaran :
- Teori koherensi; suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan – pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Misalnya setiap manusia pasti mati. Paulmanusia. Paul pasti mati.
- Teori korespondensi’ teori yang menyatakan bahwa suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung penyataan itu berkorespondesni (berhubungan dengan) obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
- Teori pragmatis’ Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan criteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.
Usaha untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhan-Nya
Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi, dan lingkungan. Usaha itu antara lain :
- Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
- Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat
- Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan, dan sebagainya
- Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan
- Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya
Sumber :
https://hermilarizkitiaradefi.wordpress.com/2016/12/15/persamaan-harapan-dan-cita-cita/
https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-doa/
https://www.kompasiana.com/adhbi/552b1b576ea834f844552d14/manusia-dan-harapan
http://sulistining.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.12
http://choirul_umam.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.0
https://adambudiman.wordpress.com/2017/05/20/makalah-ilmu-budaya-dasar-tentang-manusia-dan-harapan/
https://rowlandpasaribu.files.wordpress.com/2012/10/bab-10-manusia-dan-harapan.pdf
Komentar
Posting Komentar